Juli 01, 2010

AD-DU'AA-U SILAHUL MUKMINIIN Artinya :do’a adalah senjatanya orang beriman.




ad-du’a-u silahul mukminiin

Artinya :do’a adalah senjata orang beriman.

Sahabat...
Ungkapan ini, bukan hanya merupakan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, banyak ayat Al Qur’an dan juga sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih menjelaskan bahwa ungkapan itu secara makna adalah ungkapan yang shahih. Oleh karena itu, Sahabat, jangan sampai kita melalaikan senjata yang satu ini. Karena tidak semua orang mampu menggunakannya kecuali orang-orang beriman.

DOA dalam Al Qur’an dan As Sunnah

1. Do’a merupakan perintah dari Allah

“Dan Rabb kalian telah berfirman:


“Berdo’alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian.” (Ghafir: 60)


“Dan berdo’alah kepada Allah dengan mengikhlashkan ibadah (do’a) kepada-Nya.” (Al A’raf: 29)


“Berdo’alah kepada Rabb kalian dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut.” (Al Jin: 18)


2. Do’a adalah ibadah




Bukankah kita semua telah mengetahui bahwa tujuan Allah menciptakan manusia dan jin ini hanyalah untuk beribadah kepada-Nya? Sehingga barangsiapa yang memperbanyak do’a berarti ia telah memperbanyak ibadah kepada-Nya , dan inilah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah .
Sebagaimana firman-Nya:



“Tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariat: 56)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di hadapan Allah subhanahu daripada do’a.” (At Tirmidzi)

3. Do’a merupakan pembuka pintu-pintu rahmat dari Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa diantara kalian yang dibukakan baginya pintu do’a, niscaya ia akan dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. Dan tidaklah Allah dimintai sesuatu yang lebih Allah cintai dari meminta keselamatan (di dunia dan akhirat). Sesungguhnya do’a itu bermanfaat pada hal-hal yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi, maka hendaklah berdo’a wahai hamba-hamba Allah.” (At-Tirmidzi)

4. Do’a merupakan akhlaq orang-orang yang bertaqwa.

Allah Berfirman :


“Sesungguhnya mereka (para nabi) selalu segera melakukan kebaikan dan selalu berdo’a kepada Kami dalam keadaan penuh harap dan rasa takut, dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ (di dalam beribadah/berdo’a kepada Kami).” (Al Anbiya’: 90)

5. Do’a menunjukkan kemurnian tawakkal kepada Allah .
Allah Berfirman :


“Maka beribadahlah kalian kepada Allah dan bertawakkallah kepada-Nya.” (Hud: 123)
Di dalam ayat yang mulia ini Allah memerintahkan untuk bertawakkal setelah beribadah kepada-Nya . Padahal kita telah tahu bahwa do’a itu adalah ibadah, sebagaimana penjelasan di atas. Sehingga ayat tersebut dapat diambil kesimpulan yaitu berdo’alah kepada Allah terlebih dahulu, baru kemudian bertawakkallah kepada-Nya.

6. Setiap do’a mendapat jaminan dari Allah selama tidak tergesa-gesa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang muslim berdo’a dengan sesuatu yang bukan untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahmi melainkan pasti Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal; disegerakan baginya pengabulannya, disimpan baginya di akhirat, atau dihindarkan darinya keburukan yang semisal dengannya.” (Shahih Al Adabul Mufrad no. 547, dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri )

hadits di atas menunjukkan bahwa do’a seorang muslim tidaklah sia-sia. Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: “Setiap orang yang berdo’a akan dikabulkan, hanya saja pengabulan itu berbeda-beda. Terkadang dikabulkan sesuai dengan permintaan, terkadang pula diganti dengan sesuatu yang lain. (Fathul Bari 10/95) Sehingga do’a itu bisa jadi dikabulkan sesuai dengan permohonannya, bisa jadi pula disimpan atau diganti yang lainnya sebagai bentuk kemurahan dari Allah , selama ia tidak tergesa-gesa. Karena sifat tergesa Allah memiliki sifat Yang Maha Hikmah. Dia mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya, berbeda dengan manusia yang tidak mengetahui akibat urusannya.
Terkadang manusia mencintai dan menginginkan sesuatu, padahal hal itu bisa menambah keburukan baginya, atau sebaliknya.

Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam firman Allah (artinya):

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu adalah amat baik bagi kalian, bisa jadi pula kalian menyukai sesuatu padahal itu adalah amat buruk bagi kalian. Allah yang mengatahui, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.” (Al Baqarah: 216)

Bukan berarti tidak dikabulkannya do’a menunjukkan jeleknya orang yang berdo’a secara mutlak. Dan dikabulkannya do’a juga tidak menunjukkan baiknya orang yang berdo’a secara mutlak. Bukankah Allah mengabulkan permintaan iblis dengan memberi tangguh sampai hari kiamat? Tetapi itu tidak menunjukan pemulian kepada iblis, justru itu sebagai penghinaan kepadanya agar dosanya bertambah, sehingga semakin keras siksaan dan semakin berlipat ganda kesengsaraan di akhirat nanti.
.
Jangan sampai kita lalai berdoa kepada Allah
Sahabat begitu tingginya kedudukan dan keutamaan do’a di sisi Allah , Tapi adalah suatu kerugian besar yang akan dialami oleh orang-orang yang cenderung mengabaikan dan melalaikan dari berdo’a kepada Allah, yaitu

1. Enggan dan lalai dari do’a tanda kesombongan pada dirinya

Simak dan perhatikanlah firman Allah (artinya):

“Dan Rabb kalian telah berfirman: “Berdo’alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dirinya dari beribadah (berdo’a) kepada-Ku akan masuk jahannam dalam keadaan hina.” (Ghafir: 60)

Di dalam ayat yang mulia ini Allah juga menjelaskan bahwa do’a itu pada hakekatnya adalah ibadah, sehingga mengabaikan dan malalaikan dari berdo’a kepada-Nya merupakan tanda kesombongan pada dirinya karena ia tidak mau berdo’a kepada penciptanya dan pencipta seluruh alam semesta, pemberi rezki seluruh makhluk, yang menghidupkan dan yang mematikan, Dia-lah Allah Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala sesuatu

2. Enggan dan lalai dari berdo’a kepada Allah tanda kelemahan pada dirinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia yang paling lemah adalah orang yang paling lemah dalam berdo’a dan manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir dalam mengucapkan salam.” (Ibnu Hibban, lihat Ash Shahihah no. 154)


3. Enggan dan lalai dari do’a akan mendapatkan murka dari Allah .

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak mau berdo’a (dalam riwayat lain: tidak mau meminta) kepada Allah subahanahu, niscaya Allah memurkainya.” (At Tirmidzi no. 3372, Ibnu Majah no. 3827 dari sahabat Abu Hurairah , lihat Ash Shahihah no. 3654)

Kedua hadits di atas juga menguatkan bahwa orang yang enggan dan lalai dari berdo’a merupakan tanda kesombongan pada dirinya, karena tidak menyadari dirinya adalah makhluk yang lemah. Sehingga sangat pantas Allah murka kepada orang-orang yang enggan dan lalai dari berdo’a kepada-Nya .
Waallhu a’lam bish-showwab.

Sahabat...
Rahasia dan hakekat tawakkal kepada Allah adalah menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah . Manakala ia berdo’a dengan penuh harap dan rasa takut hanya kepada Allah menunjukkan kemurnian tawakkalnya kepada-Nya. Dan sekaligus do’a itu sendiri merupakan salah satu sebab terbesar tercapainya apa yang ia inginkan

Do’a juga merupakan pembuka pintu-pintu rahmat Allah yang sangat didambakan oleh setiap hamba. Karena dengan rahmat-Nyalah kita mendapat hidayah Islam dan Iman, serta mendapat pula maghfirah (ampunan) dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Sahabat..
Berdo’a kepada Allah merupakan perkara yang amat dicintai-Nya . Bahkan bila semakin kita sering berdo’a kepada-Nya untuk meminta segala sesuatu yang kita inginkan, semakin menambah kecintaan Allah kepada kita. Insya Allah...

Semoga bermanfaat....
Posting By Nadia Saleh Alatas
Bagikan


ad-du’a-u silahul mukminiin

Artinya :do’a adalah senjata orang beriman.

Sahabat...
Ungkapan ini, bukan hanya merupakan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, banyak ayat Al Qur’an dan juga sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih menjelaskan bahwa ungkapan itu secara makna adalah ungkapan yang shahih. Oleh karena itu, Sahabat, jangan sampai kita melalaikan senjata yang satu ini. Karena tidak semua orang mampu menggunakannya kecuali orang-orang beriman.

DOA dalam Al Qur’an dan As Sunnah

1. Do’a merupakan perintah dari Allah

“Dan Rabb kalian telah berfirman:


“Berdo’alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian.” (Ghafir: 60)


“Dan berdo’alah kepada Allah dengan mengikhlashkan ibadah (do’a) kepada-Nya.” (Al A’raf: 29)


“Berdo’alah kepada Rabb kalian dengan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut.” (Al Jin: 18)


2. Do’a adalah ibadah




Bukankah kita semua telah mengetahui bahwa tujuan Allah menciptakan manusia dan jin ini hanyalah untuk beribadah kepada-Nya? Sehingga barangsiapa yang memperbanyak do’a berarti ia telah memperbanyak ibadah kepada-Nya , dan inilah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah .
Sebagaimana firman-Nya:



“Tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz Dzariat: 56)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di hadapan Allah subhanahu daripada do’a.” (At Tirmidzi)

3. Do’a merupakan pembuka pintu-pintu rahmat dari Allah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Barangsiapa diantara kalian yang dibukakan baginya pintu do’a, niscaya ia akan dibukakan baginya pintu-pintu rahmat. Dan tidaklah Allah dimintai sesuatu yang lebih Allah cintai dari meminta keselamatan (di dunia dan akhirat). Sesungguhnya do’a itu bermanfaat pada hal-hal yang sudah terjadi ataupun yang belum terjadi, maka hendaklah berdo’a wahai hamba-hamba Allah.” (At-Tirmidzi)

4. Do’a merupakan akhlaq orang-orang yang bertaqwa.

Allah Berfirman :


“Sesungguhnya mereka (para nabi) selalu segera melakukan kebaikan dan selalu berdo’a kepada Kami dalam keadaan penuh harap dan rasa takut, dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ (di dalam beribadah/berdo’a kepada Kami).” (Al Anbiya’: 90)

5. Do’a menunjukkan kemurnian tawakkal kepada Allah .
Allah Berfirman :


“Maka beribadahlah kalian kepada Allah dan bertawakkallah kepada-Nya.” (Hud: 123)
Di dalam ayat yang mulia ini Allah memerintahkan untuk bertawakkal setelah beribadah kepada-Nya . Padahal kita telah tahu bahwa do’a itu adalah ibadah, sebagaimana penjelasan di atas. Sehingga ayat tersebut dapat diambil kesimpulan yaitu berdo’alah kepada Allah terlebih dahulu, baru kemudian bertawakkallah kepada-Nya.

6. Setiap do’a mendapat jaminan dari Allah selama tidak tergesa-gesa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang muslim berdo’a dengan sesuatu yang bukan untuk suatu dosa atau memutuskan silaturrahmi melainkan pasti Allah akan memberikan salah satu dari tiga hal; disegerakan baginya pengabulannya, disimpan baginya di akhirat, atau dihindarkan darinya keburukan yang semisal dengannya.” (Shahih Al Adabul Mufrad no. 547, dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri )

hadits di atas menunjukkan bahwa do’a seorang muslim tidaklah sia-sia. Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: “Setiap orang yang berdo’a akan dikabulkan, hanya saja pengabulan itu berbeda-beda. Terkadang dikabulkan sesuai dengan permintaan, terkadang pula diganti dengan sesuatu yang lain. (Fathul Bari 10/95) Sehingga do’a itu bisa jadi dikabulkan sesuai dengan permohonannya, bisa jadi pula disimpan atau diganti yang lainnya sebagai bentuk kemurahan dari Allah , selama ia tidak tergesa-gesa. Karena sifat tergesa Allah memiliki sifat Yang Maha Hikmah. Dia mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya, berbeda dengan manusia yang tidak mengetahui akibat urusannya.
Terkadang manusia mencintai dan menginginkan sesuatu, padahal hal itu bisa menambah keburukan baginya, atau sebaliknya.

Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam firman Allah (artinya):

“Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu adalah amat baik bagi kalian, bisa jadi pula kalian menyukai sesuatu padahal itu adalah amat buruk bagi kalian. Allah yang mengatahui, sedangkan kalian tidak mengetahuinya.” (Al Baqarah: 216)

Bukan berarti tidak dikabulkannya do’a menunjukkan jeleknya orang yang berdo’a secara mutlak. Dan dikabulkannya do’a juga tidak menunjukkan baiknya orang yang berdo’a secara mutlak. Bukankah Allah mengabulkan permintaan iblis dengan memberi tangguh sampai hari kiamat? Tetapi itu tidak menunjukan pemulian kepada iblis, justru itu sebagai penghinaan kepadanya agar dosanya bertambah, sehingga semakin keras siksaan dan semakin berlipat ganda kesengsaraan di akhirat nanti.
.
Jangan sampai kita lalai berdoa kepada Allah
Sahabat begitu tingginya kedudukan dan keutamaan do’a di sisi Allah , Tapi adalah suatu kerugian besar yang akan dialami oleh orang-orang yang cenderung mengabaikan dan melalaikan dari berdo’a kepada Allah, yaitu

1. Enggan dan lalai dari do’a tanda kesombongan pada dirinya

Simak dan perhatikanlah firman Allah (artinya):

“Dan Rabb kalian telah berfirman: “Berdo’alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dirinya dari beribadah (berdo’a) kepada-Ku akan masuk jahannam dalam keadaan hina.” (Ghafir: 60)

Di dalam ayat yang mulia ini Allah juga menjelaskan bahwa do’a itu pada hakekatnya adalah ibadah, sehingga mengabaikan dan malalaikan dari berdo’a kepada-Nya merupakan tanda kesombongan pada dirinya karena ia tidak mau berdo’a kepada penciptanya dan pencipta seluruh alam semesta, pemberi rezki seluruh makhluk, yang menghidupkan dan yang mematikan, Dia-lah Allah Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala sesuatu

2. Enggan dan lalai dari berdo’a kepada Allah tanda kelemahan pada dirinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia yang paling lemah adalah orang yang paling lemah dalam berdo’a dan manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir dalam mengucapkan salam.” (Ibnu Hibban, lihat Ash Shahihah no. 154)


3. Enggan dan lalai dari do’a akan mendapatkan murka dari Allah .

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak mau berdo’a (dalam riwayat lain: tidak mau meminta) kepada Allah subahanahu, niscaya Allah memurkainya.” (At Tirmidzi no. 3372, Ibnu Majah no. 3827 dari sahabat Abu Hurairah , lihat Ash Shahihah no. 3654)

Kedua hadits di atas juga menguatkan bahwa orang yang enggan dan lalai dari berdo’a merupakan tanda kesombongan pada dirinya, karena tidak menyadari dirinya adalah makhluk yang lemah. Sehingga sangat pantas Allah murka kepada orang-orang yang enggan dan lalai dari berdo’a kepada-Nya .
Waallhu a’lam bish-showwab.

Sahabat...
Rahasia dan hakekat tawakkal kepada Allah adalah menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah . Manakala ia berdo’a dengan penuh harap dan rasa takut hanya kepada Allah menunjukkan kemurnian tawakkalnya kepada-Nya. Dan sekaligus do’a itu sendiri merupakan salah satu sebab terbesar tercapainya apa yang ia inginkan

Do’a juga merupakan pembuka pintu-pintu rahmat Allah yang sangat didambakan oleh setiap hamba. Karena dengan rahmat-Nyalah kita mendapat hidayah Islam dan Iman, serta mendapat pula maghfirah (ampunan) dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

Sahabat..
Berdo’a kepada Allah merupakan perkara yang amat dicintai-Nya . Bahkan bila semakin kita sering berdo’a kepada-Nya untuk meminta segala sesuatu yang kita inginkan, semakin menambah kecintaan Allah kepada kita. Insya Allah...

Semoga bermanfaat....

Tidak ada komentar: